Senin, 27 Juni 2016

Analisis Penyebab Kebangkrutan Perusahaan RadioShack

Penyebab Kebangkrutan RADIOSHACK
 dan Komponen serta Fungsi nya

Nama                           : Roindah S Sitanggang
NPM                           : 13210008
Mata Kuliah                : Manajemen Inovasi
Dosen Pengasuh          : Drs. Eben Ezer Pakpahan, M.M

RadioShack adalah perusahaan yang menjual berbagai jenis radio dan alat-alat elektronik yang dipakai sehari-hari. Perusahaan ini sendiri berkembang pesat pada era tahun 1950 sampai 1970an, mengikuti permintaan alat-alat elektronik yang sedang marak pada saat itu.
RadioShack juga menjadi yang terdepan ketika untuk pertama kalinya mulai menjual telepon selular di tahun 1984. Sepanjang perusahaan ini berdiri mereka telah berhasil menjual lebih dari 73 juta telepon selular dan memegang rekor penjualan untuk CD dan Walkman.
Sangat disayangkan RadioShack yang selama ini selalu terdepan dalam inovasi produk-produknya justru tidak mengikuti perkembangan teknologi smartphone saat ini. RadioShack memilih untuk tetap bertahan dengan memfokuskan diri menjual produk-produk ‘usang’ yang dulu sekali pernah mendominasi pasar.
Sebagai tambahan, pesaing-pesaing dari RadioShack seperti Best Buy dan Circuit City melakukan beberapa perubahan dengan meluncurkan situs e-commerce sehingga semakin menyebabkan penjualan RadioShack semakin menurun.
Karena drastisnya perubahan permintaan pasar dan ketidakmampuan RadioShack untuk menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut, mereka akhirnya terpaksa mengajukan permohonan kebangkrutan di Bulan Februari 2015 ini.

Penyataan bangkrut Radio Shack menyebabkan Radio Shack harus memikirkan nasib sekitar 4.000 toko yang dimiliki. Tidak semuanya ditutup, untuk mencegah hal itu, RadioShack telah menyetujui penjualan beberapa toko ke pesaingnya, seperti Sprint yang mendapatkan sekitar 1.750 toko, dan Standard General yang memegang saham terbesar dari RadioShack mendapatkan 1.500-2.400 toko.

Semua toko RadioShack yang kini dipegang oleh Standard General akan dikelola oleh General Wireless yang masih menjadi afiliasi dari Standard General. Masih sekitar 750 toko yang belum mendapatkan pemilik baru, yang kemungkinan besar berakhir dengan gulung tikar.
RadioShack merupakan salah satu toko elektronik dengan produk yang tidak biasa, mulai dari Drone dan Arduino. Sayangnya, penjualan ini tidak berhasil mendongkrak pendapatan mereka, dan justru membawa perusahaan ke dalam kerugian yang lebih besar. Pada kuartal pertama tahun lalu, mereka rugi USD98.3 juta atau mengalami penurunan pendapatan sekitar 14 persen.

Komponen Radio Shack
Sebelum membahas apa saja komponen komponen yang ada dalam sebuah radio FM, anda perlu tahu terlebih dahulu bahwa sebuah radio FM memiliki 6 bagian pokok. Berikut adalah informasi lengkap mengenai bagian-bagian pokok yang terdapat dalam sebuah radio FM lengkap dengan penjelasannya.
  1. Tuning atau lingkaran penala
  2. Oscilator dan mixer
  3. Detector
  4. Penguat frekwensi menengah (MF / IF)
  5. Penguat suara (AF)
  6. Penguat akhir
Nah, dalam masing-masing bagian radio FM tersebut, terdapat beberapa komponen elektronika sebagai penyusunnya. Berikut adalah penjabaran terkait komponen yang ada di dalam bagian radio FM lengkap beserta dengan fungsinya. Penasaran? Langsung saja simak baik-baik ulasan Belajar Elektronika berikut.
1. Tuning atau lingkaran penala
Dalam bagian tuning atau lingkaran penala ini terdapat beberapa komponen penyusun seperti kondensetor keramik, spoel antena dan batang ferit, farco, fered, dan antena batang. Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi-fungsi dari komponen yang telah disebutkan tadi.
  • Kondensator keramik berfungsi untuk penyaring arus/tegangan dan penyaring frekuensi.
  • Spoel antena berfungsi sebagai alat untuk menagkap gelombang elektomagnetik.
  • Farco atau kondensator variabel berfungsi untuk memilih gelombang frekuensi tertentu yang akan ditangkap.
  • Antena batang berfungsi untuk menagkap gelombang elektromagnetik yang ada di udara.
2. Oscilator dan mixer
Dalam bagian oscilator dan mixer ini terdapat beberapa komponen elektronika penyusun seperti spoel oscilator, transistor, dan juga resistor. Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi-fungsi dari komponen yang telah disebutkan tadi. Untuk anda yang penasaran silahkan simak baik-baik.
  • Transistor berfungsi untuk menyambung dan memutus (switching), stabilisasi tegangan, dan juga modulasi sinyal.
  • Resistor berfungsi untuk menahan arus listrik.
3. Detector
Dalam bagian detector ini terdapat beberapa komponen elektronika penyusun seperti potensiometer dan juga dioda detector. Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi-fungsi dari komponen yang telah disebutkan tadi. Untuk anda yang penasaran silahkan simak baik-baik.
  • Potensiometer berfungsi sebagai resistor variabel atau rheostat dalam urusan pembagian tegangan.
  • Dioda detector berfungsi sebagai penyearah arus listrik.
4. Penguat frekwensi menengah (MF / IF)
Dalam bagian penguat frekwensi menengah (MF / IF) ini terdapat komponen elektronika penyusun berupa kondensator elektrolit atau elco. Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi-fungsi dari komponen yang telah disebutkan tadi. Untuk anda yang penasaran silahkan simak baik-baik.
  • Elco berungsi untuk menyimpan energi dalam medan listrik dengan mengumpulkan ketidakseimbangan internal muatan listrik.
5. Penguat suara (AF)
Getaran suara yang dihasilkan oleh komponen potensiometer, yakni Vi keadaannya masih sangat lemah. Oleh karena itu harus diperkuat dengan menggunakan penguat suara. Dalam penguat suara ini, komponen yang bertugas adalah transistor yang berfungsi untuk menguatkan getaran suara tersebut.
6. Penguat akhir
Dalam bagian penguat akhir (AF) ini terdapat komponen elektronika penyusun berupa transformator atau trafo IT dan OT. Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi-fungsi dari komponen yang telah disebutkan tadi. Untuk anda yang penasaran silahkan simak baik-baik.
  • Transformator step up berfungsi untuk menaikkan tegangan.
  • Transformator step down berfungsi untuk menurunkan tegangan.
Berikut beberapa faktor penyebab perusahaan mengalami pailit:
1.      Tidak mampu menangkap kebutuhan konsumen
Sebuah perusahaan harus mampu menangkap kebutuhan konsumen agar layanan atau produk yang diberikan diterima pasar. Namun, jika hal itu diabaikan apa yang dihadirkan perusahaan akan sia-sia karena tidak dapat diserap konsumen akibat tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.


2.      Terlalu fokus pada pengembangan produk
Fokus terhadap pengembangan produk merupakan hal yang baik dan harus dipertahankan. Namun, apa jadinya jika terlalu fokus terhadap hal tersebut? Selain melupakan kebutuhan konsumen, perusahaan yang terlalu fokus pada pengembangan produk akan kehilangan kepekaan terhadap apa yang terjadi di dalam perusahaan, situasi di luar, dan lain-lain.


3.      Ketakutan berlebihan
Ketakutan bangkrut, ketakutan rugi, ketakutan tidak dapat melayani konsumen, ketakutan ketidakmampuan mengatasi masalah, semua itu wajar asal masih dalam porsinya. Namun, apabila ketakutan itu melebihi batas normal, kondisi tersebut harus diwaspadai karena akan menghambat kinerja perusahaan dan membawa kehancuran.

4.      Berhenti melakukan inovasi
Kasus bangkrutnya Kodak bisa menjadi pelajaran bagaimana penting sebuah inovasi dalam berbisnis. Inovasi merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pengusaha. Tanpa inovasi, produk-produk yang dijual lama kelamaan akan membosankan bagi masyarakat yang menjadi target pasar.



5.      Kurang mengamati pergerakan kompetitor
Kurang mengamati pergerakan kompetitor akan menyebabkan sebuah perusahaan kalah bersaing dan tertinggal jauh di belakang. Sebuah perusahaan harus tetap memperhatikan langkah-langkah yang dilakukan kompetitor.


6.      Harga terlalu mahal
Beberapa orang percaya bahwa harga mahal akan membuat produk sebuah perusahaan tampak lebih bagus dan lebih mewah dari aslinya. Namun, apa jadinya jika ada perusahaan baru yang mengeluarkan produk mirip dengan barang perusahaan Anda dan menjualnya jauh lebih murah? Kemungkinan akan ditinggal konsumen sangat besar.


Penyebab Lain
·         Terlilit utang
·         Ekspansi berlebihan
·         Penipuan dilakukan CEO
·         Kesalahan manajemen perusahaan
·         Pengeluaran tidak terkendali

Semoga Bermanfaat……..
Thanks J



  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar