Penyebab Kebangkrutan RADIOSHACK
dan Komponen serta Fungsi nya
Nama :
Roindah S Sitanggang
NPM :
13210008
Mata Kuliah :
Manajemen Inovasi
Dosen Pengasuh : Drs. Eben Ezer Pakpahan, M.M
RadioShack adalah perusahaan yang menjual berbagai jenis
radio dan alat-alat elektronik yang dipakai sehari-hari. Perusahaan ini sendiri
berkembang pesat pada era tahun 1950 sampai 1970an, mengikuti permintaan
alat-alat elektronik yang sedang marak pada saat itu.
RadioShack juga menjadi yang terdepan ketika untuk pertama
kalinya mulai menjual telepon selular di tahun 1984. Sepanjang perusahaan ini
berdiri mereka telah berhasil menjual lebih dari 73 juta telepon selular dan
memegang rekor penjualan untuk CD dan Walkman.
Sangat disayangkan RadioShack yang selama ini selalu terdepan
dalam inovasi produk-produknya justru tidak mengikuti perkembangan teknologi
smartphone saat ini. RadioShack memilih untuk tetap bertahan dengan memfokuskan
diri menjual produk-produk ‘usang’ yang dulu sekali pernah mendominasi pasar.
Sebagai tambahan, pesaing-pesaing dari RadioShack seperti
Best Buy dan Circuit City melakukan beberapa perubahan dengan meluncurkan situs
e-commerce sehingga semakin menyebabkan penjualan RadioShack semakin menurun.
Karena
drastisnya perubahan permintaan pasar dan ketidakmampuan RadioShack untuk
menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut, mereka akhirnya terpaksa mengajukan
permohonan kebangkrutan di Bulan Februari 2015 ini.
Penyataan bangkrut Radio
Shack menyebabkan
Radio Shack harus memikirkan nasib sekitar 4.000 toko yang
dimiliki. Tidak semuanya ditutup, untuk mencegah hal itu, RadioShack telah
menyetujui penjualan beberapa toko ke pesaingnya, seperti Sprint yang
mendapatkan sekitar 1.750 toko, dan Standard General yang memegang saham
terbesar dari RadioShack mendapatkan 1.500-2.400 toko.
Semua toko RadioShack yang kini dipegang oleh Standard General akan dikelola oleh General Wireless yang masih menjadi afiliasi dari Standard General. Masih sekitar 750 toko yang belum mendapatkan pemilik baru, yang kemungkinan besar berakhir dengan gulung tikar.
RadioShack merupakan salah satu toko
elektronik dengan produk yang tidak biasa, mulai dari Drone dan Arduino.
Sayangnya, penjualan ini tidak berhasil mendongkrak pendapatan mereka, dan
justru membawa perusahaan ke dalam kerugian yang lebih besar. Pada kuartal
pertama tahun lalu, mereka rugi USD98.3 juta atau mengalami penurunan
pendapatan sekitar 14 persen.
Komponen Radio Shack
Sebelum membahas apa saja komponen
komponen yang ada dalam sebuah radio FM, anda perlu tahu terlebih dahulu bahwa
sebuah radio FM memiliki 6 bagian pokok. Berikut adalah informasi lengkap
mengenai bagian-bagian pokok yang terdapat dalam sebuah radio FM lengkap dengan
penjelasannya.
- Tuning atau lingkaran penala
- Oscilator dan mixer
- Detector
- Penguat frekwensi menengah (MF / IF)
- Penguat suara (AF)
- Penguat akhir
Nah, dalam masing-masing bagian radio FM
tersebut, terdapat beberapa komponen elektronika sebagai penyusunnya. Berikut
adalah penjabaran terkait komponen yang ada di dalam bagian radio FM lengkap
beserta dengan fungsinya. Penasaran? Langsung saja simak baik-baik ulasan
Belajar Elektronika berikut.
1. Tuning atau lingkaran penala
Dalam bagian tuning atau lingkaran penala ini terdapat beberapa komponen
penyusun seperti kondensetor keramik, spoel antena dan batang ferit, farco,
fered, dan antena batang. Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi-fungsi dari
komponen yang telah disebutkan tadi.
- Kondensator keramik berfungsi untuk penyaring
arus/tegangan dan penyaring frekuensi.
- Spoel antena berfungsi sebagai alat untuk
menagkap gelombang elektomagnetik.
- Farco atau kondensator variabel berfungsi untuk
memilih gelombang frekuensi tertentu yang akan ditangkap.
- Antena batang berfungsi untuk menagkap gelombang
elektromagnetik yang ada di udara.
2. Oscilator dan mixer
Dalam bagian oscilator dan mixer ini terdapat beberapa komponen elektronika
penyusun seperti spoel oscilator, transistor, dan juga resistor. Berikut adalah
penjelasan mengenai fungsi-fungsi dari komponen yang telah disebutkan tadi.
Untuk anda yang penasaran silahkan simak baik-baik.
- Transistor berfungsi untuk menyambung dan memutus
(switching), stabilisasi tegangan, dan juga modulasi sinyal.
- Resistor berfungsi untuk menahan arus listrik.
3. Detector
Dalam bagian detector ini terdapat beberapa komponen elektronika penyusun
seperti potensiometer dan juga dioda detector. Berikut adalah penjelasan
mengenai fungsi-fungsi dari komponen yang telah disebutkan tadi. Untuk anda
yang penasaran silahkan simak baik-baik.
- Potensiometer berfungsi sebagai resistor variabel
atau rheostat dalam urusan pembagian tegangan.
- Dioda detector berfungsi sebagai penyearah arus listrik.
4. Penguat frekwensi menengah (MF / IF)
Dalam bagian penguat frekwensi menengah (MF / IF) ini terdapat komponen
elektronika penyusun berupa kondensator elektrolit atau elco. Berikut adalah
penjelasan mengenai fungsi-fungsi dari komponen yang telah disebutkan tadi.
Untuk anda yang penasaran silahkan simak baik-baik.
- Elco berungsi untuk menyimpan energi dalam medan
listrik dengan mengumpulkan ketidakseimbangan
internal muatan listrik.
5. Penguat suara (AF)
Getaran suara
yang dihasilkan oleh komponen potensiometer, yakni Vi keadaannya masih sangat
lemah. Oleh karena itu harus diperkuat dengan menggunakan penguat suara. Dalam
penguat suara ini, komponen yang bertugas adalah transistor yang berfungsi
untuk menguatkan getaran suara tersebut.
6. Penguat akhir
Dalam bagian penguat akhir (AF) ini terdapat komponen elektronika penyusun
berupa transformator atau trafo IT dan OT. Berikut adalah penjelasan mengenai
fungsi-fungsi dari komponen yang telah disebutkan tadi. Untuk anda yang
penasaran silahkan simak baik-baik.
- Transformator step up berfungsi untuk menaikkan
tegangan.
- Transformator step down berfungsi untuk
menurunkan tegangan.
1.
Tidak mampu menangkap kebutuhan
konsumen
Sebuah perusahaan harus mampu menangkap
kebutuhan konsumen agar layanan atau produk yang diberikan diterima pasar.
Namun, jika hal itu diabaikan apa yang dihadirkan perusahaan akan sia-sia
karena tidak dapat diserap konsumen akibat tidak sesuai dengan kebutuhan
mereka.
2.
Terlalu fokus pada pengembangan
produk
Fokus terhadap pengembangan produk merupakan
hal yang baik dan harus dipertahankan. Namun, apa jadinya jika terlalu fokus
terhadap hal tersebut? Selain melupakan kebutuhan konsumen, perusahaan yang
terlalu fokus pada pengembangan produk akan kehilangan kepekaan terhadap apa
yang terjadi di dalam perusahaan, situasi di luar, dan lain-lain.
3.
Ketakutan berlebihan
Ketakutan bangkrut, ketakutan rugi, ketakutan
tidak dapat melayani konsumen, ketakutan ketidakmampuan mengatasi masalah,
semua itu wajar asal masih dalam porsinya. Namun, apabila ketakutan itu
melebihi batas normal, kondisi tersebut harus diwaspadai karena akan menghambat
kinerja perusahaan dan membawa kehancuran.
4.
Berhenti melakukan inovasi
Kasus bangkrutnya Kodak bisa menjadi
pelajaran bagaimana penting sebuah inovasi dalam berbisnis. Inovasi merupakan
hal yang wajib dilakukan oleh setiap pengusaha. Tanpa inovasi, produk-produk
yang dijual lama kelamaan akan membosankan bagi masyarakat yang menjadi target
pasar.
5.
Kurang mengamati pergerakan
kompetitor
Kurang mengamati pergerakan kompetitor akan
menyebabkan sebuah perusahaan kalah bersaing dan tertinggal jauh di belakang.
Sebuah perusahaan harus tetap memperhatikan langkah-langkah yang dilakukan
kompetitor.
6.
Harga terlalu mahal
Beberapa orang percaya bahwa harga mahal akan
membuat produk sebuah perusahaan tampak lebih bagus dan lebih mewah dari
aslinya. Namun, apa jadinya jika ada perusahaan baru yang mengeluarkan produk
mirip dengan barang perusahaan Anda dan menjualnya jauh lebih murah?
Kemungkinan akan ditinggal konsumen sangat besar.
Penyebab Lain
·
Terlilit
utang
·
Ekspansi
berlebihan
·
Penipuan
dilakukan CEO
·
Kesalahan
manajemen perusahaan
·
Pengeluaran
tidak terkendali
Semoga Bermanfaat……..
Thanks J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar